Maroko, Negeri seribu benteng yang telah kami
diami 7 Bulan lebih. Tepatnya pada tanggal 23 september 2013 yang lalu jam
08.45 pagi kami menginjakkan kaki di tanah afrika utara ini. Kedatangan kami ke
negeri matahari terbenam ini adalah untuk melanjutkan studi S1 di berbagai
Universitas yang terdapat di Maroko. Untuk saat ini, jumlah mahasiswa Indonesia
yang berada di negeri ini masih sangat minim, lebih kurang 100-an.
Orang
Persia dan Urdu menyebut Maroko dengan sebutan Marrakesh yang berasal dari
bahasa barbar “Mur dan Akush“ yang berarti Tanah
Tuhan. Marrakesh menjadi ibukota Dinasti
Al-Murabithun pada tahun 1062-1157 M.
Orang Turki menyebut Fez, Kota pertama yang dibangun oleh Muhammad Idris
yang merupakan cikal-bakal berdirinya Pusat pemerintahan Dinasti Idrisiyah. Maroko
juga disebut Al-Maghrib mengacu pada awal penyebaran islam, bahwa
negara-negara Maghrib mencakup Tunis, Libya, Algeria, dan Maroko yang disebut
dengan Al-Maghrib Al-Aqsa. Hingga saat ini maroko disebut dengan
“Al-Mamlaka Al-Maghribiya”. Bahasa Resmi Maroko adalah Bahasa Arab, selanjutnya
bahasa Perancis dan bahasa Amazigh (bahasa suku Barbar). Sedangkan bahasa lokal
Maroko yaitu Darijah (arab dialek maroko).