Pages

Tampilkan postingan dengan label Maroko. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Maroko. Tampilkan semua postingan

Biaya Pendidikan di Maroko Gratis

Sabtu


Maroko, sebuah negara yang terletak di pinggiran laut Mediterrania. Negara yang kaya daratan geografis. Mulai dari kota salju, Ifrane di daerah timur kota Fez dan Oukeimeden di Marrakesh, sampai provinsi yang terbentang hamparan gurun pasir sahara, di daerah Ouarouazate (baca: Warwazat). Dari kampung halaman sang pengelana dunia, Ibnu Battutah di kota Tanger sampai masjid terbesar ke-7 di Dunia, Masjid Hassan Tsani, yang dibangun pada tahun 1993. Uniknya, mesjid ini dibangun di pinggiran pantai yang mengarah ke samudera atlantik, di kota Casablanca. Pesona tataran keindahan alam menjadikan negara ini tak pernah sepi di kunjungi para turis dari manca negara.

           Di negeri ini, para ulama islam moderat dilahirkan, sebut saja nama Ibnu ‘Asyur, Fatimah Mernisi, Dr. Taha Abdurrahman, Dr. Ahmad Raisuni, Dr. Faruq Hammadah. Merera semua para ulama dunia terkemuka di bidangnya pada abad belakangan ini. Maroko, sejak dulu terkenal dengan negara yang bertaburan mutiara-mutiara filsuf islam. Salah satunya Imam Syatibi dengan master-piecenya  kitab Al-Muwafaqaat. Ada yang mengatakan kitab ini salah satu pondasi dasar yang turut berandil besar dalam berkembangnya ilmu maqashid syari'ah di era modern ini.

Read more ...

Kayanya Buah-Buahan di Maroko

Minggu
Maroko, adalah  negara yang tergolong memiliki tanah dan pertanian tersubur di benua Afrika. Padahal yang terbayang di benak pikiran saya sebelum berangkat ke sini setahun yang lalu, Maroko adalah negara yang penuh dengan padang pasir, tandus, kering, dan orang-orangnya berkulit hitam seperti negara-negara di benua Afrika lainnya, seperti Mauritania, Mali, Gabon, Niger dll. Nah, Bayangan saya tersebut bertolak-belakang 90 derajat dengan kenyataan yang saya dapati di sini. Faktanya, Pertanian dan perkebunan benar-benar kehijau-hijauan dan subur hampir seperti di Indonesia dan orang-orangnya berkulit putih, percampuran Arab dan Eropa. 

Di tulisan ini, saya ingin mengulas ketertarikan saya pada negeri yang dikenal dengan sebutan “seribu benteng” ini dari sisi suburnya tanah pertanian, terutama buah-buahan. Berbagai jenis buah-buahan dijual dengan harga obral di tempat-tempat umum, seperti pasar, pinggiran jalan, di halaman masjid. Variasi buah-buahan tersebut tergantung kepada Musim. Khususnya pada musim panas ini, mulai dari buah Dellah (melon kuning), Bettih (Semangka), Bnan (Pisang), Mesymmesh (Sejenis buah apel dari kulit luar, tapi isi dalamnya mirip mangga), Hablul Muluk (Cherry), ‘Ainab aswad au akhzor ( Anggur Hitam atau Hijau), Barkhouckh ( buah khas ada Maroko yang berwarna merah gelap, merah kekuning-kuningan atau Oren). Khusus pada musim dingin ada jeruk (Burtuqal), strawberry (fraise), apel (tuffah), Untuk apel warnanya bervariasi, mulai dari hijau, kuning, orange, merah. Harga – harganyanya sangat murah.  Untuk jeruk harganya bisa turun sangat drastis hingga 2 dh / kg (3 ribuan), Strawberry bisa begitu murah juga dengan harga terendahnya sekitar 4 dh / kg (6 ribuan), dan Apel bervariasi harganya sesuai warna dan kualitas. Harganya terendah bisa jadi sekitar 5 dh / kg (7 ribuan). Disebabkan maroko memiliki 2 bahasa resmi yaitu arab dan prancis, maka tak begitu heran jika hal tersebut berdampak pada penamaan buah-buahan di maroko ini sendiri.

Read more ...

Uniknya Islam di Negeri Matahari Terbenam

Selasa
Maroko, Negeri seribu benteng yang telah kami diami 7 Bulan lebih. Tepatnya pada tanggal 23 september 2013 yang lalu jam 08.45 pagi kami menginjakkan kaki di tanah afrika utara ini. Kedatangan kami ke negeri matahari terbenam ini adalah untuk melanjutkan studi S1 di berbagai Universitas yang terdapat di Maroko. Untuk saat ini, jumlah mahasiswa Indonesia yang berada di negeri ini masih sangat minim, lebih kurang 100-an. 

            Orang Persia dan Urdu menyebut Maroko dengan sebutan Marrakesh yang berasal dari bahasa barbar “Mur dan Akush“ yang berarti Tanah Tuhan.  Marrakesh menjadi ibukota Dinasti Al-Murabithun pada tahun 1062-1157 M.  Orang Turki menyebut Fez, Kota pertama yang dibangun oleh Muhammad Idris yang merupakan cikal-bakal berdirinya Pusat pemerintahan Dinasti Idrisiyah. Maroko juga disebut Al-Maghrib mengacu pada awal penyebaran islam, bahwa negara-negara Maghrib mencakup Tunis, Libya, Algeria, dan Maroko yang disebut dengan Al-Maghrib Al-Aqsa. Hingga saat ini maroko disebut dengan “Al-Mamlaka Al-Maghribiya”. Bahasa Resmi Maroko adalah Bahasa Arab, selanjutnya bahasa Perancis dan bahasa Amazigh (bahasa suku Barbar). Sedangkan bahasa lokal Maroko yaitu Darijah (arab dialek maroko).

Read more ...