Hari itu, Sabtu, 13 September 2014 merupakan hari yang paling
bermakna dalam hidupku. Hari itu juga aku sadar bahwa menulis itu tak semudah
yang dibayangkan. Menulis bukan hanya menuangkan kata-kata yang terbersit dalam
benak pikiran. Bukan berarti di saat anda memiliki begitu banyak makna dan
hikmah yang mau dicurahkan, lantas semua itu bisa anda rangkai indah dalam
kalimat-kalimat bahasa Indonesia yang tepat dan benar serta sesuai EYD. Menulis
itu memerlukan latihan yang bukan hanya satu dua kali saja. Menulis itu bukan
sebuah keterpaksaan atau ikut-ikutan yang lain. Menulis bukan karena anda telah
membaca puluhan bahkan ratusan buku. Menulis adalah rasa ingin berbagi apa yang
terlintas di benak pikiran anda. Menulis adalah proses menarik perhatian
pembaca terhadap apa yang anda tuangkan. Menulis adalah proses menghibur para
pembaca dengan gaya bahasa dan rangkaian kata-kata. Menulis adalah bagaimana
cara anda menyihir para pembaca sehingga mereka tidak akan melakukan kegiatan
lain sebelum menelan habis tulisan anda. Ketika anda mulai menulis, tulisan
anda itu juga harus siap untuk dikritisi, dikoreksi, bahkan ditendang dan
dibuang jauh. Namun, Anda tidak hatus pesimis ketika mulai menulis. Mulailah
sesuatu dengan bismillahi. Karena akan ada kekuatan besar yang menyertai niat
tulus anda tersebut.